Apa Itu Klausa (Clause): Pengertian, Ciri, Jenis & Contohnya

clause apa itu klausa

When the dog run across the street

Guys, apakah sekelompok kata di atas termasuk kalimat (sentence)? Exactly no, itu adalah contoh klausa (clause). Yuk, pelajari apa itu klausa, jenis-jenis, contoh, serta apa perbedaan antara clause dan sentence di artikel ini!

Hi, fellas! Salah satu aspek yang pasti kita pelajari dalam berbahasa -termasuk bahasa Inggris- adalah menulis. Soalnya, sebuah bahasa nggak hanya digunakan untuk berkomunikasi secara lisan, tapi juga tulisan.

Maka dari itu, kita perlu menguasai writing skills yang oke. Nah, one of that process adalah dengan memahami apa itu klausa atau clause.

Clause atau klausa adalah bagian dari suatu kalimat. English Academy pernah spill sedikit tentang definisi klausa di artikel Types of Sentences: Jenis Kalimat Bahasa Inggris, loh.

Selain itu, perlu kamu ketahui kalau sebuah kalimat nggak hanya terdiri dari klausa, berikut ini bagian-bagian yang perlu dipelajari dalam struktur sebuah kalimat:

  1. Root Words
  2. Morpheme
  3. Word
  4. Phrase 
  5. Clause
  6. Sentence

 

Yap,  ternyata sebelum akhirnya menjadi sebuah kalimat, ada lima komponen lain yang bisa kita pelajari terlebih dahulu. Ayo kita bahas tentang pengertian, jenis-jenis, dan juga contoh klausa ya!

 

Apa itu Klausa (Clause)

Pengertian klausa atau clause adalah sekelompok kata yang mengandung subjek dan predikat. Tapi, terkadang klausa pun dapat bertindak sebagai kalimat. Kok bisa?

Soalnya, ‘predikat’ kan bisa diisi oleh verb alias kata kerja, atau bisa juga dengan predikat non verbal.

By the way, kalau kamu sudah pernah baca artikel soal simple present tense, pasti akan lebih mudah untuk memahami definisi mengenai clause.

Tapi, ada hal yang perlu kamu garis bawahi! Sebuah klausa yang berperan sebagai kalimat belum tentu merupakan kalimat yang lengkap (complete sentence).

Artinya, tidak setiap klausa dapat berfungsi sebagai kalimat.

Baca Juga: 11 Tipe Kata Kerja Bahasa Inggris (Verb) Beserta Contohnya

 

Ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris dan memahami lebih banyak materi dengan cara yang seru dan mudah dipahami Yuk, belajar bareng di English Academy dan klik banner di bawah untuk pilih program belajar yang sesuai dengan kebutuhanmu!

English Academy. Kursus Bahasa Inggris dengan Program Sesuai Jenjang Usia

 

Perbedaan Clause (Klausa) dan Sentence (Kalimat)

Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara clause dan sentence? Jadi, perbedaan utama antara klausa dan kalimat adalah, sebuah kalimat selalu menyampaikan makna secara utuh, sedangkan klausa tidak selalu menyampaikan makna dengan utuh dan jelas.

perbedaan-clause-dan-sentence

Sederhananya, ada jenis klausa yang mana kalau nggak digabung dengan klausa lain, ia tidak bisa menghasilkan sebuah makna atau konteks, guys. Sebagai gambaran, kamu bisa compare keduanya pada contoh di bawah ini:

Sentence:
Syahnaz was sleeping when I arrived home. (Syahnaz sedang tidur saat aku tiba di rumah).

Clause:

1. Syahnaz was sleeping. (Syahnaz sedang tidur).
2. When I arrived home. (Saat aku tiba di rumah).

Sesuai dengan pemaparan pada bagian definisi clause, bahwa klausa dapat bertindak sebagai kalimat. Buktinya, bagian “Syahnaz was sleeping” ini merupakan clause (Syahnaz adalah subject, dan was sleeping adalah predikat dengan bentuk kata kerja).

Meskipun termasuk clause,  tapi ia bisa memberikan sebuah makna yang dipahami orang lain.

Berbeda dengan clause pada nomor dua, “When I arrived home.” Hmm, maknanya nggak bisa dipahami, bukan? Tapi, kalau kedua clause di atas kita gabungkan, konteksnya jadi semakin jelas, dan itulah tugas dari sentence.

Nah, sentence juga terdiri dari beberapa jenis, ada simple sentence, complex sentence, compound sentence, dan complex-compound sentence.

 

Perbedaan Clause (Klausa) dan Phrase (Frasa)

perbedaan clause dan phrase

Dalam sebuah klausa ada yang namanya frasa atau phrase. Frasa adalah kelompok kata yang bukan terdiri dari subjek dan kata kerja. Jadi, dia bentuknya bisa noun phrase, adjective phrase, verb phrase, atau pun prepositional phrase. Contohnya seperti ini:

1. Noun phrase: a beautiful singer, the great strategy, a wonderful Turkey.
2. Adjective phrase: a dark room, a sour mango.
3. Verb phrase: is dancing, have been gone, will bring the ideas.
4. Prepositional phrase: in the morning, at school, with my father.

Jadi, frasa ini lingkupnya lebih kecil dari klausa.
Baca Juga: Phrase (Frasa): Pengertian, Jenis-jenis, dan Contohnya

 

Ciri-Ciri Klausa (Clause)

Ada beberapa ciri-ciri yang harus dipenuhi agar sebuah bagian kalimat bisa disebut sebagai klausa. Apa aja ciri-ciri klausa? Simak informasinya di bawah ini, ya!

Subjek dan Predikat:

Klausa selalu memiliki subjek, yang biasanya adalah pihak atau benda yang melakukan tindakan. Ada juga predikat, yang mengandung tindakan atau keadaan yang terjadi.

 

Menyatakan Ide Utama:

Klausa dapat berdiri sendiri dan menyatakan ide utama yang lengkap. Contoh: “She sings beautifully,” di mana klausa ini memiliki subjek “She” dan predikat “sings beautifully.”

 

Ketergantungan pada Kalimat:

Klausa bisa mandiri atau bergantung pada kalimat lain untuk memberikan makna yang lengkap. Contoh: “Although it was raining, they continued the picnic.” Di sini, klausa “Although it was raining” bergantung pada klausa lain.

 

Pengembangan Ide:

Klausa dapat digunakan untuk mengembangkan ide dengan memberikan informasi tambahan.

Contoh: “The cat, which had green eyes, purred softly.” Klausa “which had green eyes” memberikan informasi tambahan tentang kucing.

 

Konstruksi Grammar:

Klausa mengikuti aturan tata bahasa dan konstruksi grammar untuk menyampaikan makna dengan jelas.

 

Buat kamu yang berusia 15–18 tahun dan ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk sekolah, organisasi, sampai persiapan masa depan, program Ranger dari English Academy bisa jadi pilihan yang tepat, nih! Klik banner di bawah dan mulai belajar dengan cara yang lebih seru dan interaktif.

English Academy Ranger, kursus bahasa inggris untuk usia 15-18 tahun

 

Jenis-Jenis dan Contoh Klausa (Clause)

Secara garis besar, ada dua jenis klausa (clause) yaitu independent clause dan dependent clause.

Namun, karena dependent clause terbagi menjadi beberapa jenis, maka di artikel ini kamu akan menemukan 7 jenis clause beserta contohnya. Yuk, lanjut belajar!

1. Independent Clause (Main Clause)

Independent clause adalah klausa yang bisa berdiri sendiri. Kalau dalam bahasa Indonesia, mungkin kamu mengenalnya dengan sebutan induk kalimat. Dalam bahasa Inggris, independent clause also known as main clause

Pada klausa jenis ini, makna yang dihasilkan akan bersifat lengkap atau utuh, serta konteks dan gagasannya bisa kita pahami dengan mudah walaupun tanpa disertai oleh anak kalimat.

Selain itu, salah satu ciri dari independent clause adalah tidak ada conjunction (konjungsi) yang terkandung di dalamnya.

Nah, klausa “Syahnaz was sleeping” pada pembahasan sebelumnya termasuk ke dalam contoh independent clause. Berikut contoh lainnya:

She didn’t understand the lesson although the teacher explained it well. (Dia tidak mengerti pelajarannya meskipun guru telah menjelaskan dengan baik).

Dari kalimat di atas, yang termasuk independent clause/main clause adalah “She didn’t understand the lesson.” (Dia tidak mengerti pelajarannya).

 

2. Dependent Clause (Subordinate Clause)

Nah, harusnya dari penjelasan di atas kamu dapat dengan mudah untuk membedakan antara dependent clause dan independent clause.

Jadi, dependent clause adalah klausa yang ‘bergantung’ pada klausa lain, alias klausa yang tidak dapat berdiri sendiri. 

Klausa ini disebut juga dengan subordinate clause. Soalnya, ia diawali dengan subordinate conjunction. Klausa ini masih memerlukan induk kalimat agar maknanya dapat dipahami secara lengkap dan utuh.

Kalau dari contoh sebelumnya, yang termasuk dependent clause adalah “Although the teacher explained it well.” (Meskipun gurunya telah menjelaskan dengan baik).

Pada klausa tersebut, terdapat kata although (meskipun)”  yang merupakan subordinating conjunction dari jenis contrast (pertentangan).

Baca Juga: Conjunction: Konjungsi Bahasa Inggris

 

Nah, berdasarkan fungsinya, dependent clause terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

3. Noun Clause

Setiap kelompok kata yang terdiri dari subjek dan kata kerja, lalu berfungsi sebagai noun, maka disebut sebagai noun clause. Lihat contoh pada kalimat di bawah ini:

You really do not want to know the ingredients in Aunt Hani’s stew.(Kamu benar-benar tidak ingin tahu bahan-bahan dalam sup Bibi Hani).

Pada kalimat di atas, yang berperan sebagai noun adalah ingredients (bahan-bahan).

Kalau kita ubah kata benda ingredients dengan sebuah klausa, maka akan bertransformasi jadi noun clause seperti di bawah ini :

You really do not want to know what Aunt Hani adds to her stew. (Kamu benar-benar tidak ingin tahu apa yang Bibi Hani tambahkan ke dalam supnya.)

Jadi, what Aunt Hani adds to her stewadalah clause-nya.

 

Buat kamu yang berusia 18 tahun ke atas dan ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk kuliah, karier, atau persiapan studi ke luar negeri, program Explorer dari English Academy siap bantu kamu belajar lebih percaya diri! Klik banner di bawah untuk ikuti programnya!

English Academy Explorer, kursus bahasa inggris untuk usia 18 tahun ke atas

 

4. Adjective Clause 

Adjective clause atau klausa kata sifat adalah sebuah klausa yang bertindak sebagai adjective. Dalam hal ini, seluruh kelompok kata (clause) akan memodifikasi subjek, kata benda (noun) atau pronoun dalam sebuah kalimat.

Jenis adjective clause ada dua, yaitu adjective clause yang diawali dengan relative pronoun (seperti who, whom, whose, which, or that) serta adjective clause yang diawali dengan adverb (when, where, dan why).

Di mana letak adjective clause? Biasanya, adjective clause disimpan pada bagian awal penulisan klausa. Begini posisinya:

  • Relative pronoun or relative adverb + subject + verb.
  • Relative pronoun as the subject + verb.

Sekarang, mari kita bahas kedua jenis adjective clause-nya ya!

a. Adjective clause with relative pronoun

Ini contoh adjective clause menggunakan whom:

Whom Professor Russell hit in the head with a chalk eraser (Yang dipukul Profesor Russell di kepala dengan penghapus kapur).

Whom adalah relative pronoun; Professor Russell adalah subject; Hit adalah verb.

Ini kalimat lengkapnya jika digabungkan dengan klausa utama:

The lazy student whom Professor Russell hit in the head with a chalk eraser soon learned to keep their complaints to themselves. (Siswa malas yang dipukul Profesor Russell di kepala dengan penghapus kapur segera belajar untuk menyimpan keluhan mereka untuk diri mereka sendiri).

Kemudian, berikut contoh kalimat yang menunjukkan relative pronoun sebagai subjek:

That had spilled over the glass and splashed onto the counter (yang telah tumpah di atas kaca dan terciprat ke meja).

That adalah relative pronoun (as the subject); Had spilled & splashed adalah verb.

Kamu bisa menggabungkan klausa di atas dengan klausa lainnya. Berikut contohnya:

Anthony ran to get paper towels for the cola that had spilled over the glass and splashed onto the counter. (Anthony berlari untuk mengambil handuk kertas untuk cola yang tumpah di atas gelas dan terciprat ke meja).

 

b. Adjective clause with relative adverb

Where he chews and drools with great enthusiasm (Di mana dia mengunyah dan ngiler dengan antusiasme yang besar).

Where merupakan relative adverb; He adalah subject; Chews & drools termasuk verbs.

Jika menyatu dengan main clause, contohnya akan jadi seperti ini:

My dog Floyd, who loves pizza crusts, eats them under the kitchen table, where he chews and drools with great enthusiasm. (Anjingku Floyd, yang menyukai kulit pizza, memakannya di bawah meja dapur, di mana dia mengunyah dan ngiler dengan sangat antusias.)

Hati-hati! Kalimat yang mengandung adjective clause biasanya paling tricky dalam penggunaan tanda baca. Pasalnya, jika kamu keliru dalam penempatan tanda baca (usually akan dipisahkan dengan koma), maka bisa jadi berbeda juga maknanya.

Baca Juga: Punctuation (Tanda Baca Bahasa Inggris) Beserta Arti dan Contohnya

 

5. Adverbial Clause

Adverbial clause adalah klausa yang memodifikasi predikat atau adverb lain dalam suatu kalimat.

Klausa ini tentu berperan untuk menjawab pertanyaan bagaimana, kapan, di mana, mengapa, dan sejauh mana, layaknya fungsi dari adverb seperti yang dijelaskan pada artikel Adverb (Kata Keterangan) dan Jenis-jenisnya dalam Bahasa Inggris

Begini gambaran modifikasi dari adverb lain menjadi bentuk klausa:

Adverb: We will go later. (Kita akan pergi nanti).
Adverbial Clause: We will go after you arrive. (Kita akan pergi setelah kamu sampai).

 

6. Conditional Clause

Conditional clause adalah klausa yang berfungsi untuk pengandaian. Jadi, melalui klausa ini, kamu bisa menunjukkan sesuatu yang mungkin terjadi, tetapi sifatnya tidak pasti (possible untuk terjadi, tapi nggak tau kesampaian atau nggak).

Anyway, kamu sudah baca penjelasan soal conditional sentence bahasa Inggris? Nah, kurang lebih pengertiannya sama kayak di materi tersebut.

Tapi, kalau klausa adalah versi pendeknya. Makanya materi conditional sentence terkenal juga dengan sebutan if clause”, soalnya diawali dengan kata “if” untuk berandai-andai.

Oh ya, sudah jelas klausa ini nggak bisa berdiri sendiri, bestie. Soalnya nanti ia jadi ‘gantung’. Lihat contohnya di bawah ini, deh:

If it starts to rain, we will have to go inside. (Jika mulai hujan, kita harus masuk ke dalam).

Nah, dari kalimat tersebut, yang termasuk conditional clause adalah “if it starts to rain”. Kalau secara keseluruhannya, kalimat di atas dikatakan sebagai conditional sentence.

 

7. Coordinate Clause

Coordinate clause adalah klausa yang diawali dengan coordinate conjunction. Coordinate conjunction yang paling sering digunakan dalam klausa ini adalah and (dan) & but (tetapi). Contoh:

I’m not a fan of vegetables, but I don’t mind spinach. (Aku ga terlalu suka sayur, tapi kalau bayam aku ga keberatan).

Di sana, terdapat kata but sebagai anak kalimat yang maknanya tidak utuh jika berdiri sendiri tanpa main clause.

It’s a wrap, gengs! Gimana, kamu cukup paham dengan penjelasan apa itu klausa (clause)  dan jenis-jenisnya di atas?

English Academy sudah jelaskan dengan detail, loh. Jadi, seharusnya kamu cukup bisa menangkap keseluruhan materi tentang klausa ini, hehe.

Kalau kamu ingin lebih expert dalam materi part of sentence (bagian-bagian kalimat), ingat ya, berlatih menulis (writing) adalah kunci utamanya!

Kalau rajin practice dalam membuat klausa, otomatis skill untuk membuat kalimat juga akan meningkat. Then, menulis paragraf panjang dalam bahasa Inggris akan jadi hal yang mudah untukmu.

Jika kamu butuh bantuan mentor atau guru berpengalaman dalam melatih writing bahasa Inggris, ada Master Teacher berpengalaman dan tersertifikasi dari English Academy yang siap membantu, kok!

Nah, sebelum mulai belajar, coba cek dulu kemampuan bahasa Inggris kamu lewat placement test gratis dengan klik banner bawah ini. Setelah selesai, kamu juga akan dapat sertifikat, lho!

Placement Test English Academy

Referensi:

ThoughCo. Coordinate Clause in Grammar. Online. Available at https://www.thoughtco.com/coordinate-clause-grammar-1689804. Accessed 24 September 2022.

Chompchomp. The Clause. Online. Available at https://www.chompchomp.com/terms/clause. Accessed 24 September 2022.

Pediaa. Difference Between Clause and Sentence. Online. Available at https://pediaa.com/difference-between-clause-and-sentence/. Accessed 24 September 2022.

Become a Writer Today. 7 English Grammar Clauses Every Writer Should Know. Online. Available at https://becomeawritertoday.com/english-grammar-clauses/. Accessed 24 September 2022.

Intan Aulia Husnunnisa

Intan Aulia Husnunnisa, biasa dipanggil Intan. Menikmati dunia SEO Content Writing sejak 2020. Semoga tulisanku bermanfaat!